Memasuki kehamilan 4,5 bulan alhamdulillah selera makan dan indra penciuman saya sudah mulai kembali normal. Makan sudah mulai enakan. Sudah tidak terlalu merasakan bau dan mual pada dapur ataupun bumbu masakan. Dan entah mengapa rasanya begitu semangat sekali untuk masak ataupun eksekusi makanan sendiri. Terutama makanan yang emang lagi pengen banget dimakan alias ngidam.
Seperti 2 minggu yang lalu saya kepengen banget makan cimol jadul. Cimol yang teksturnya kenyal dan rasanya enak dan sama seperti cimol yang pertama kali saya beli dan makan waktu kelas 6 SD. Alias pelopornya cimol di daerah tempat tinggal saya kala itu. Sekitar tahun 2000-2001. Atau rasa dan teksturnya mirip cimol buatan mamah yang juga dulu sempat jualan di tahun 2002-2005. Cimol jadul seperti itu sudah sangat jarang ditemukan. Rata-rata para penjual cimol sekarang tekstur cimolnya hampos alias kosong. Kalau sudah dingin teksturnya menjadi alot dan tidak enak.
Maka dari itu, saya berinisiatif untuk membuatnya sendiri. Mencari beberapa resep di youtube dan akhirnya menemukan resep yang cocok. Terutama dapat teknik memasaknya juga agar cimolnya tidak meledak ketika digoreng.
Saat semua bahan sudah tersedia, saya langsung mengeksekusinya. Alhamdulillah berhasil dan rasanya enak sesuai dengan ekspektasi saya. Satu adonan hasilnya banyak. Semua anggota keluarga kebagian dan menyukainya. Saya, Abi, Azka, Azkyva, Mamah dan juga Yuri. Kalau Bapa memang tidak terlalu suka cimol jadi tidak ikut mencicipi.
Adonan cimol tersebut pun dibuat juga seperti cireng. Dibentuk pipih. Dicocol dengan saus sambal. Kalau cimol seperti biasa diberi bumbu masako & bubuk cabe Aida.
Beberapa hari setelahnya saya pun tiba-tiba ingin banget makan udang asam manis pedas. Dan saya ingin lagi memasaknya sendiri. Dengan modal ilmu lihat resep di Youtube. Dan alhamdulillah masakan pertama selama hamil akhirnya berhasil dieksekusi. Hasilnya enak. Dan jadi teman nasi pas banget saat Abi baru pulang kerja & lapar minta makan. Begitu pun dengan hari-hari berikutnya. Nyari inspirasi makanan yang pengen dimakan & langsung eksekusi sendiri. Awalnya pengen masak bihun goreng, namun ketika tidak sengaja melihat status WA seorang teman yang update kwetiau goreng saya pun jadi kepengen. Jadinya rencana masak bihun diganti dengan masak kwetiau goreng. Hasilnya lumayan enak bisa buat makan siang dan bekal Abi ke kantor. Namun jujur untuk masak kwetiau ini saya belum merasa puas dengan rasanya. Karena masaknya dengan mode rusuh & buru-buru karena Abi mau berangkat kerja.
Ada kepuasan tersendiri ketika bisa masak sendiri makanan yang kita inginkan. Namun ada efek sampingnya juga buat saya yang memang punya riwayat sakit pantat. Alhasil karena kelamaan berdiri ketika masak, sakit pantat saya kambuh lagi. Ditambah memang kondisi saya yang sedang hamil dimana keluhan ini selalu terasa ketika menginjak kehamilan 4 bulan lebih. Jadinya untuk beberapa hari ke depan saya istirahat dulu masak-masaknya. Kecuali masak yang simpel-simpel yang tidak memerlukan waktu yang lama.

Komentar
Posting Komentar