Langsung ke konten utama

Postingan

Kembali Memasak

 Memasuki kehamilan 4,5 bulan alhamdulillah selera makan dan indra penciuman saya sudah mulai kembali normal. Makan sudah mulai enakan. Sudah tidak terlalu merasakan bau dan mual pada dapur ataupun bumbu masakan. Dan entah mengapa rasanya begitu semangat sekali untuk masak ataupun eksekusi makanan sendiri. Terutama makanan yang emang lagi pengen banget dimakan alias ngidam.  Seperti 2 minggu yang lalu saya kepengen banget makan cimol jadul. Cimol yang teksturnya kenyal dan rasanya enak dan sama seperti cimol yang pertama kali saya beli dan makan waktu kelas 6 SD. Alias pelopornya cimol di daerah tempat tinggal saya kala itu. Sekitar tahun 2000-2001. Atau rasa dan teksturnya mirip cimol buatan mamah yang juga dulu sempat jualan di tahun 2002-2005. Cimol jadul seperti itu sudah sangat jarang ditemukan. Rata-rata para penjual cimol sekarang tekstur cimolnya hampos alias kosong. Kalau sudah dingin teksturnya menjadi alot dan tidak enak. Maka dari itu, saya berinisiatif untuk membu...
Postingan terbaru

Review Buku Percaya Diri Sepanjang Hari 

Judul : Percaya Diri Sepanjang Hari Penulis : Abu Al-Ghifari Penerbit : Mujahid Press Tahun Terbit : 2003 Jumlah halaman : 104       Percaya Diri adalah modal utama sukses. Sementara rasa rendah diri adalah racun  bagi kesuksesan. Dunia tidak memberi tempat bagi sosok inferior (rendah diri). Mereka yang inferior berada di tengah salju yang dibuatnya sendiri. Mereka terpenjara oleh ulahnya sendiri. Penuh keraguan dan pikiran negatif. Lantas ia pun "mati" terkapar terkena racun pikiran negatifnya sendiri. Kehidupan pun serasa gelap gulita padahal di sekelilingnya penuh dengan kerlipan cahaya kesuksesan.        Sosok inferior selalu berpikir bahwa sukses hanya milik mereka yang berpendidikan, jenius dan orangtua kaya. Mereka terus mengemukakan seribu satu alasan untuk menunjukkan bahwa dirinya tak mungkin sukses. Padahal setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses (tanpa kecuali). Dan rasa percaya diri inilah yang menjadi salah satu ...

Kelas Keren, 30 Hari Jago Blogging

Pertama kali mengenal istilah blogging sebetulnya pada tahun 2005. Tapi aslinya dulu itu cuma tau istilahnya doang tanpa paham artinya, hehe. Blogging ini saya baca sekilas di salah satu rubrik majalah Percikan Iman. Edisinya saya lupa lagi, yang jelas tahun 2005 saat saya masih duduk di bangku SMA.  Di tahun 2010 saya membuat blog. Itupun karena dapet tugas dari dosen, jadi postingannya hanya yang berhubungan dengan materi perkuliahan saja. Setelah itu ga pernah posting apa-apa lagi. Jangankan untuk posting sih, untuk loginnya pun saya lupa lagi passwordnya. Jadinya blog saya yang dulu benar-benar terbengkalai. Selang beberapa bulan kemudian, ada salahsatu teman facebook saya yang juga seorang blogger. Namanya Teh Tetty Hermawati. Beliau ini juga istri dari teman sekelas saya waktu SMP, sang KM kami, Ijang Permana Sidik, hehe. Pertemanan saya di FB dengan Teh Tetty inipun ternyata membawa ketertarikan saya pada dunia blogging.  Tulisan-tulisan pertamanya yang...

7 Hal Yang Harus Dihindari Saat Ngerumpi

Hallo Moms. Ga kerasa ya, anak kita sudah memasuki masa sekolah. Entah itu masuk PAUD, playgroup, TK ataupun SD. Sebagai Mommy, aktivitas pun jadi semakin bertambah dong. Yang biasanya banyak dihabiskan di dalam rumah, kini Moms punya aktivitas baru yaitu antar jemput anak sekolah. Tak jarang, biar tidak repot bolak-balik, Moms pun ikut menunggu di sekolah sampai anak bubaran. Terlebih untuk jam sekolah anak yang waktunya cukup singkat yaitu satu sampai dua jam.  Nah, sambil menunggu anak, biasanya ada aktivitas tambahan yang juga Moms lakukan di sekolah. Apalagi sih kalau bukan ngerumpi. Iya kan? Lagian, Moms mana sih yang ga suka ngerumpi? Moms yang introvert sekalipun biasanya tak kalah larut dalam aktivitas ini. Walaupun hanya sebagai pendengar doang sih, hehe. Anggap saja ini sebagai salahsatu bentuk Me Time ya Moms. Tapi ingat Moms, tak semua topik bisa dibahas dalam rumpian loh. Ada 7 hal yang wajib Moms hindari ketika ngerumpi. Apa saja sih? Yuk cekidot! 1. S...

Touring to Purwakarta

Idul Fitri tahun ini, menjadi Idul Fitri yang menyedihkan buat saya. Ketika semua orang saling silaturahim ke rumah sanak saudara. Lain dengan saya. Selama satu Minggu saya harus "ngaringkuk" di kasur karena diare. Hampir tiap jam bulak-balik kamar mandi, jadi ga memungkinkan banget untuk pergi kemana-mana. Keinginan untuk pesta makan rendang pun harus saya kubur dalam-dalam. Dan...rencana untuk mudik ke kampung halaman suami setelah lebaran pun gagal total. Hingga akhirnya malah ibu mertua yang pergi ke Bandung. Karena berbarengan juga dengan anaknya adik ipar yang dirawat di RS dan ibu ikut berjaga di sana. Sungguh, betapa kesehatan itu sangat mahal harganya. Untuk itu, kita (saya) harus pandai dalam menjaga kesehatan ya.  Setelah kesehatan saya mulai membaik, ingin rasanya saya cepat-cepat menghirup udara segar alias refreshing. Kebayang kan selama seminggu cuma di kasur melulu.Suntuk berat Bro! Ditambah si Abi jatah cutinya dari kantor belum diambil. Kan sayang b...

Tips Jitu Diospek Karyawan Senior

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat, akhirnya kamu diterima menjadi karyawan di sebuah perusahaan yang kamu inginkan. Horee..! Bagimu, ini sungguh sebuah perjuangan dan penantian yang panjang yang membuat hatimu sangat bahagia. Tapi setelah kamu memasuki hari pertama bekerja, ternyata ada hal yang membuat kamu kaget dan ga bikin betah. Ya, sikap para senior yang jutek dan menyebalkan yang membuatmu ingin resign. Eits..tunggu dulu guys, gimana sih kamu?! jangan pundungan gitu ah, baru juga masuk kerja. Ya udah dari pada lama-lama, yuk kita intip apa aja sih tipsnya untuk kamu yang sedang diospek oleh para karyawan senior? 1. Siapkan mental Ini point yang penting banget, dimana kamu harus siapin mental kamu dan menghadapi kenyataan bahwa ga semua orang bisa sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Ga semua orang memiliki sikap dan karakter yang baik. Termasuk menghadapi senior senior kamu yang nyebelin. Walau pada dasarnya mereka juga sebenarnya baik. Mungkin ada beberapa faktor...

Mahar Scrapbook

Setahun yang lalu, pigura mahar pernikahan saya jatuh dari dinding. Karena bukan terbuat dari kayu alias fiber, bingkainya pun retak dan kacanya pecah. Suami saya berniat untuk segera mengganti kembali piguranya. Namun saya bilang agar ditunda dulu saja. Setelah saya pikir dan lihat kembali, kayaknya itu mahar lebih baik dikreasikan ulang saja. Karena tampilannya pun memang kurang menarik, asal nempel di pigura saja tanpa ada variasi apapun, hihi. Saya pun browsing berbagai macam kreasi mahar di internet. Akhirnya, pilihan saya tertuju pada kreasi mahar ala scrapbook. Waktu itu, saya melihat kreasi mahar scrapbooknya Mba Ratna Lia (Kuchiwalang Art). Desainnya elegan banget dan bikin saya langsung jatuh cinta. Untuk harganya pun memang cukup mahal. Sekitar 2-2,7 juta. Tergantung kerumitan dan material yang digunakan.  Ada harga ada kualitas lah... :-) Saat itu saya masih bingung, cara bikinnya kayak gimana ya??? Mengingat jam terbang saya di bidang craft dan kreativitas min...